Logo

Desa Tanah Abang

Kabupaten Banggai

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

DLH Banggai Dorong Toili Jadi Titik Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi

DLH Banggai Dorong Toili Jadi Titik Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi

Invalid Date

Ditulis oleh AMIADIN LAWIA

Dilihat 271 kali

DLH Banggai Dorong Toili Jadi Titik Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi

TOILI — Persoalan sampah di Kabupaten Banggai, terutama di wilayah Kecamatan Toili, mulai ditangani dengan pendekatan yang lebih serius.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai tengah menyiapkan sejumlah titik pengolahan sampah organik dan non organik menjadi pupuk dan pakan.Kepala DLH Kabupaten Banggai, Andi Rustam DJ.HI. Pettasiri, S,STP. M.Si kembali turun ke sejumlah lokasi yang diproyeksikan menjadi titik pengolahan sampah. Salah satunya berada di Kecamatan Toili, yang merupakan pencetus inovasi Kosambe (Konversi Sampah Bernilai Ekonomi).

Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Rustam menemui sejumlah kepala desa untuk membahas kesiapan pengelolaan sampah di tingkat desa. Desa Tanah Abang menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi dan dipertimbangkan sebagai titik pengolahan sampah organik maupun nonorganik.

Menurut Rustam, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkut dan membuangnya. Sampah perlu dipilah dan diolah agar memberikan manfaat sekaligus mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

Sampah yang dibiarkan menumpuk, kata dia, bukan hanya membuat lingkungan terlihat kumuh, tetapi juga berpotensi menjadi sumber berbagai persoalan kesehatan. Sebaliknya, pengelolaan yang baik dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

Konsep Kosambe diarahkan antara lain untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik dan pakan, sementara sampah yang memiliki nilai guna dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali.

Dalam kunjungan tersebut, Rustam juga menyempatkan diri melihat kawasan wisata Dego-Dego Sawah di Desa Tanah Abang. Kawasan tersebut merupakan salah satu ikon wisata desa yang diharapkan dapat tumbuh seiring dengan semakin baiknya kualitas lingkungan.

Kepala Desa Tanah Abang, Daeng Sanusi, menyambut baik rencana DLH Kabupaten Banggai tersebut. Ia mengapresiasi dipilihnya Tanah Abang sebagai salah satu desa yang dipersiapkan untuk menjadi bagian dari gerakan pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan ekonomi.

Namun, menurut Daeng Sanusi, pengolahan sampah tidak berhenti pada proses produksi. Ada persoalan lain yang perlu dipikirkan sejak awal, yakni pasar dan keberlanjutan hasil pengolahan.

Ia mencontohkan sampah organik yang diolah menjadi maggot. Setelah berhasil diproduksi, perlu ada kepastian mengenai pasar dan penggunaannya agar kegiatan tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

“Karena itu, perlu ada sinergi antara pengelola, pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten,” kata Daeng Sanusi.

Menurut dia, pengelolaan sampah merupakan sebuah rantai kegiatan yang saling berkaitan. Mulai dari pemilahan di sumber, pengumpulan, pengolahan, produksi, hingga pemasaran hasilnya membutuhkan sistem yang berkesinambungan.

Dengan pendekatan tersebut, program pengelolaan sampah diharapkan tidak sekadar menjadi upaya membersihkan lingkungan. Lebih jauh, Kosambe dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya kawasan permukiman dan destinasi wisata yang bersih.

Bagi Toili, pengelolaan sampah menjadi semakin penting seiring dengan aktivitas masyarakat dan berkembangnya sejumlah potensi ekonomi serta wisata. Lingkungan yang bersih bukan lagi sekadar persoalan estetika, melainkan bagian dari pembangunan yang membutuhkan keterlibatan bersama.(teamdigitaldesa)

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Tanah Abang

Kecamatan Toili

Kabupaten Banggai

Provinsi Sulawesi Tengah

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia